bismillah~
Kefahaman kita selama ini iaitu belum dinamakan berdakwah apabila seseorang tetap tinggal di dalam rumah dan jarang keluar dari rumah. Pemahaman seperti ini seharusnya dikaji semula, terutamanya untuk wanita muslimah. Sebab kaum hawa berbeza dengan kaum Adam. Sehingga ada yang mengatakan apabila seseorang muslimah, baik masih gadis atau sudah bersuami dan memiliki beberapa orang anak tidak aktif keluar rumah dan tidak berdiri di atas pentas atau berceramah di hadapan umum tidak dikatakan sebagai seorang da’iyah.
Sepatutnya, kita perlu memahami hakikat berdakwah sehingga tidak keliru dalam memahami aktiviti dakwah itu sendiri. Dalam sebuah ayat Allah. Allah Azzawajalla berfirman ;
“Dan ingatlah ketika Allah mengambil janji dari orang -orang yang telah diberi kitab (yaitu):”Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia ,dan jangan kamu menyembunyikannya.”QS.Ali Imran[3]:187)
Dari ayat di atas difahami bahawa substansi dakwah ialah menyampaikan ilmu tentang kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu alayhi wasalam kepada siapa saja yang belum tahu dan dimana saja tempatnya. Hal ini yang harus difahami. Jadi , aktiviti menyampaikan ilmu baik dari kitabullah maupun sunnah Rasulullah shalallahu alayhi wasalam, apa juga bentuk usaha, sasaran serta jalan itulah yang disebut sebagai aktiviti dakwah.
Termasuk hal penting juga, seruan untuk menyampaikan ilmu tentang kitabullah dan sunnah Rasulullah shalallahu alayhi wasalam , ini tidak dikhususkan bagi kaum Adam saja, namun juga bagi kaum Hawa, tentunya yang memiliki ilmu tentang keduanya . Namun demikian, mengingat perbezaan jenis yang ada di antara mereka .Maka kaum muslimah tidak berdakwah dengan banyak meninggalkan rumah. Malah bisa jadi tatkala ia banyak beraktiviti di luar rumah justeru ia kehilangan hakikat dakwah itu sendiri, atau ia telah melupakan kewajiban dakwah mereka yang paling utama, iaitu berdakwah kepada anak-anak mereka di rumah suaminya .
Bukankah Rasulullah shalallahu alayhi wasalam telah bersabda.
“Dan para isteri adalah seorang pemelihara rumah tangga suami dan anaknya, dan kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban atas pemeliharaannya “(muttafaqun alaih dari Ibnu Umar )
Sehingga berdakwah bagi kaum muslimah yang utama dan paling pertama ialah dakwah dengan menyampaikan ilmu kepada anak-anak suaminya. Dia sampaikan petunjuk dan ilmu tentang kitabullah kepada anak-anaknya dan anak-anak suaminya. Bahkan, boleh jadi bukan hanya anak-anaknya, malah terhadap orang-orang tua, saudara-mara dan masyarakat sekeliling pun merupakan sasaran dakwah mereka, para wanita muslimah .
Demikianlah, seharusnya sosok wanita da’iyah terbaik .Dia akan kenal diri dan bersikap sesuai dengan syariat Allah dan Rasul shalallahu alayhi wasalam . Demikian itu merupakan buah dari ilmu yang ada pada dirinya ,sebagaimana dakwah adalah ibadah yang modal utamanya adalah ilmu syar’ei. Seorang wanita yang makin berilmu akan makin menetapi rumah suaminya untuk menunaikan tugas utamanya. Jadi ,bukanlah termasuk sosok wanita da’iyah jika hanya bermodal kemampuan dan keberanian berbicara di hadapan umum,namun tidak didukung oleh ilmu syar’ei serta istiqomah dalam mengamalkannya sehingga ia melalaikan tugas utamanya menjadi da’iyah di rumah suaminya .
Dipetik dan diubahsuai dari sumber : Majalah al-Mawaddah(m/s 1).Edisi ke-12,Rejab 1430H, Julai 2009 |
|
(1398 reads) |
|
Re: ~DaKwah wanita Muslimah dari perspektif Al-Quran dan As-Sunnah~
(Score: 1)
by arepis0125 on Thursday, March 04, 2010 (13:19:02)
tp hal ini pasti ditolak aktivis haraki manhaj ikhwan, pasal dorg nie dakwah rekrut orang masuk jemaah
|
Article Rating |
|
Average Score: 0 Votes: 0 Please take a second and vote for this article: |
Hadith Today |
Bila hilang budaya malumu lakukanlah apa saja yang kamu kehendaki.
-- HR. Bukhari |
Pautan Pilihan |
|
|
Main Menu |
Home Community Members options Forums Search Web Affiliates |
Top Posters |
|
|